Wednesday, 30 November 2011

Apa Yang Saya Lakukan Jika Diberikan 20 Orang Staff dan Membuatnya Menjadi Loyal?

Hal - hal yang akan saya lakukan

1. Saya akan lebih terbuka terhadap staff saya
          Pepatah mengatakan, "Jika kamu ingin tahu lebih tentang orang lain maka kamu harus juga membuat orang itu mengetahui lebih tentang kamu". Ketika dalam suatu kelompok masing - masing orang yang ada di dalamnya sudah terbuka satu sama lain maka dapat menimbulkan rasa kekeluargaan yang berlebih dan menimbulkan rasa ingin saling memperbaiki sehingga menimbulkan rasa kenyamanan di tiap - tiap anggota kelompok tersebut. Pada akhirnya timbullah perasaan tidak ingin meninggalkan kelompok atau "keluarga". :-)

2. Menjadi seseorang yang rendah hati
          Jika sudah rendah hati maka akan timbul perasaan untuk tidak keras kepala. Jika sudah tidak keras kepala maka akan timbul rasa menghargai dan menerima kekurangan staffnya. Jika sudah timbul rasa menghargai dan menerima kekurangan staffnya maka akan timbul sifat lebih care terhadap staff, mau mendengarkan pendapat staff dengan baik dan tidak marah atau kesal ketika staff melakukan kesalahan (justru malah memperbaiki atau mengingatkan dengan kata - kata yang halus). Pada akhirnya akan timbul kenyamanan dalam kelompok dan membuat semakin loyal :-) 

3. Menjadi "ayah" mereka
         Selalu memerhatkan perkembangannya, mengayomi, menjadi tempat curhat baginya dll. dan pada akhirnya timbul rasa kenyamanan lagi :-)

4. Bonding tiap bulan 
        segaknya makan bareng minimal sehingga menimbulkan rasa kekeluargaan yang berlebih :-)

5. Melakukan komunikasi interpersonal
        manusia lebih cenderung malu ketika mengngkapkan perasaan hatinya atau hal yang lain pada khalayak ramai. Dengan melakukan komunikasi interpersonal maka kita dapat tahu lebih tentang dirinya.

6. Jangan egois untuk selalu ingin dipahami
        manusia cenderung ingin dipahami, jadi alangkah baiknya jika lebih memahami staffnya :-)

7. Merayakan setiap ulang tahun staff
       sudah jelas sebenarnya agar timbul rasa kekeluargaan yang berlebih :-)

8. Rapat di salah satu rumah staff saya
        sudah jelas juga agar timbul rasa kekeluargaan yang berlebih. he :-)

9. Membuat games sederhana sebelum rapat
        he, yang ini udah jelas juga :-)

10. Menerapkan senyum salam sapa terhadap staff dan saya
      sehingga menimbulkan hubungan yang baik :-)

yah pada intinya menciptakan loyal itu bukan sekedar membuat peraturan untuk harus datang, tetapi lebih sekedar itu. 
Rasa loyal yang terbangun dari diri sendiri sulit untuk hilang dan bakal menancap terus insyaAllah. :-)
Bagaimana membentuknya, agar timbul dari dalam diri sendiri? yaitu menciptakan atmosfer kekeluargaan dalam kelompok tersebut :-)

Seks Bebas di Jatinangor

persoalan yang terjadi di Jatinangor kini kian kompleks. Persoalan kriminalitas bukan hanya sekedar pencurian, perampokan dan penjambretan, melainkan sudah sampai ke tingkat peredaran narkoba, dan dugaan ke arah penyimpangan seks bebas. banyak laporan mengenai narkoba dan seks bebas. Tapi masih sulit untuk mencari pembuktiannya.
Seks bebas menyebabkan semakin bertambahnya kasus HIV AIDS di Jatinangor. Yang menjadi kendala adalah banyak kos-kosan yang disewakan ke mahasiswa tapi pemiliknya berada di luar kota. Mereka hidup di kamar secara bebas, tanpa ada yang memantau.
Komentar saya:
Hal yang patut disesalkan karena yang seharusnya mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menegakkan aspirasi masyarakat ke pemerintah, tetapi malah mahasiswa itu sendiri tidak menjadi contoh yang baik buat masyarakat. Seperti kita ketahui Jawa Barat merupakan jumlah penderita AIDS nomer 2 terbanyak di Indonesia. kenapa hal ini terjadi? ya sudah jelas karena pemakaian narkoba dan seks bebas yang sudah meluas termasuk ke kalangan pelajar. 
sumber: Slide Dimas Febrian Purnomo dengan konten dari republika dan statistik kasus AIDS di Indonesia
sumber: jabar.tribunnews.com
Sumber: Radar bandung 29-07-2009
Lalu bagaimana efeknya buat Indonesia?
Mahasiswa yang tidak bisa menjadi contoh buat masyarakat mungkin hanya beberapa, tapi membawa efek buruk terhadap nama mahasiswa secara luas. Hal ini mengakibatkan mahasiswa yang merupakan paling "dipercaya" oleh masyarakat bisa - bisa masyarakat udah gak percaya lagi, bahkan mengecap buruk mahasiswa dan bisa timbul keretakkan diantara keduanya. Akhirnya, segala aksi yang dilakukan mahasiswa bisa tidak didukung oleh masyarakat
Lalu, bagaimana solusinya?
Perbaiki akar masalahnya dalam lingkup wilayah terlebih dahulu. Bisa kita lihat penyumbang terbesar AIDS adalah Jawa Barat. Jatinangor merupakan wilayah Jawa Barat, dan seks bebas di jatinangor sebagian besar didominasi oleh Mahasiswa. jadi bisa ditarik kesimpulan Mahasiswa Jatinangor juga menjadi penyumbang jumlah penderita AIDS di Jawa Barat. 
Penyebabnya bisa dibagi menjadi dua, penyebab pertama adalah mahasiswa yang kos - kosannya tidak dijaga jadi menyebabkan mahasiswa lebih bebas dalam melakukan hal yang tidak diinginkan. lalu yang kedua, kesadaran mahasiswa itu sendiri (kehidupan yang terlalu glamour) karena mahasiswa yang tidak terlalu terpapar dengan agama di kampusnya. Sudah seharusnya pemerintah daerah jatinangor mulai menertibkan kos - kosan misal dengan melarang kos yang dicampur antara perempuan dan laki - laki, lalu menertibkan jam malam, dan bisa juga membuat peraturan tentang pemilik kosan yang tidak boleh meninggalkan kosan begitu saja atau segaknya minimal tiap kosan ada penjaga tetapnya yang mengawasi kehidupan mahasiswa di kosan tersebut. Selanjutnya, Universitas - universitas di jatinangor mulai memerhatikan akan pentingnya pendidikan agama buat mahasiswanya. Sudah seharusnya pendidikan agama tidak hanya sekedar mata kuliah penunjang, tapi menjadi mata kuliah utama juga. Pada intinya, lingkungan dan agama menjadi fokus faktor untuk masalah ini dan menjadi sektor yang harus paling diperhatikan. :-)



Monday, 28 November 2011

Wawancara Kasie PnK 2010 dan 2011


Teh Fulki (2010)
*      Kenapa teh Fulki mau jadi ketua PnK?
  •  Karena suka banget kaderisasi
  •  Banyak hal – hal yang harus dibenahi di PnK
  • Karena berawal dari suka banget, ya jadi suka banget dengan kerjaannya J
*      Setelah jadi ketua, pasti kan dapat staf teh, nah gimana sih cara teteh dalam “mengurusi” staf?
  • Fakta menarik staf saya adalah orang – orangnya yang banyak belum mempunyai bekal, jadi hal yang saya laukan adalah:
  • Jadilah seperti layaknya ibu mereka. Tempat buat curhat, memberikan perhatian lebih ke mereka, dll
  •  Saya biasanya melakukan analisis personal, menanyakan segala yang menyangkut dirinya.
  •  Mengajarkan profesionalisme, bagaimana nilai kerja keras dll
  • Saya menanamkan pokoknya kalo di tim gak boleh ada dominansi
  •  Fungsi kasie gak hanya sekedar driver tetapi seseorang yang bisa menaikkan potensi stafnya.
*      Apa yang udah dilakukan teh fulki selama jadi kasie PnK?
  •  Mengembangkan staff dengan trik yang sedikit otoriter tapi tetap menyayangi J
  • KKMB baru pertama kali terbentuk
  •  Sistem grand opening MABIM terbentuk
  •  Training Fasil sampai 3 X
*      Selama menjabat, hambatannya apa aja teh?
  • .       Capek
  •      Staff di bulan – bulan terakhir mulai terkena sindrom mau cepet udahan.
*      Kondisi kemahasiswaan di FK UNPAD gimana teh, kalo menurut teteh?
  • .      Prestasi yang masih kurang greget
  • .      Kemahasiswaan di FK UNPAD masih dalam proses membangun
  • .      Masih belum merata ekspektasi orang – orangnya, ada yang berekspektasi lebih terhadap kemahasiswaan, tapi ada yang merasa menyesalkan, jadi ada dari staf – staf yang ingin keluar dari organisasi tersebut
*      Kalau yang belum tercapai prokernya atau tujuannya apa teh?
  • .      GBHPK belum terealisasi
  •      Harapannya kedepan supaya benar – benar memberdayakan mahasiswa atau staff dalam proses keorganisasian.

Mba Wulan (2011)
*      Kenapa mba wul mau jadi ketua PnK?
Awalnya gak percaya diri. Jadi gini saya orangnya waktu itu lebih perfeksionis, jadi saya takut kalo PnK nanti malah buruk ketika dipegang saya. Lalu akhirnya mau karena seperti enggak ada orang lagi. Jadi waktu itu calonnya ada dua, yaitu saya dan the friska, tapi the friska tuh g maunya parah banget bener bener gak mau beda dengan saya yang masih ingin mempertimbangkan. Akhirnya saya banyak ngobrol dengan banyak orang yang membuat mata saya terbuka untuk menerima tawaran menjadi kasie PnK.

*      Setelah jadi ketua, pasti kan dapat staf teh, nah gimana sih cara teteh dalam “mengurusi” staf?
  • .      Yang penting bagi saya adalah ketika ingin mengembangkan orang lain, diri saya juga harus berkembang terlebih dahulu. Akhirnya saya banyak baca buku – buku dan artikel – artikel tentang psikologi.
  • .      Mengembangkan staf sebagai kasie itu wajib. Saya mengembangkan staf saya dengan cara agak melepas mereka dengan harapan mereka bisa belajar lebih banyak karena belajar sendiri.
*      Proker yang belum tercapai selama menjabat jadi kasie PnK apa teh?
  • .      TFT
  • .       FORKAB
  • .       Pembinaan berkelanjutan
  •        Tapi Alhamdulillah ada penggantinya yaitu SCORE, meskipun SCORE juga bukan merupakan proker PnK.
*      Selama jadi kasie, apa aja yang udah dilakukan teh?
  • .       Kalo diskalakan apa yang dilakukan nilainya 5 untuk skala 1-10. PnK masih belum menjadi focus saya.
  • .      Alhamdulillah mabim revolusi, udah ada bina desanya J
*      Kalo hambatan selama jadi kasie apa teh?
  •  Ada staf yang masih belum nyaman di PnK jadinya suka “kabur – kaburan” yang akhirnya jarang banget kita kumpul PnK lengkap
  •  Bonding yang masih kurang
*      Pendapat teteh tentang kemahasiswaan FK UNPAD gimana teh?
  • .     Semangat di awal di tengah mlempem
  • .      Ketua senat yang kurang follow up lagi jadi asa loss gitu aja kesininya
  • .      PSDMO: Proker bagus – bagus, tetapi eksekusinya kurang
  • .      Kastil: semakin kesini, semakin gak kelihatan fungsi LITBANG nya.
*      Harapan untuk PnK dan kemahasiswaan FK Unpad apa teh?
Harapan untuk PnK
  • .      Untuk kasie selanjutnya diharapkan mempunyai hubungan interpersonal yang baik
  • .      Jangan sekuler, memisahkan nilai agama dengan organisasi
  • .      Lebih Totalitas kerjanya
  • .      Bondingnya jauh lebih kuat lagi
Harapan untuk Kemahasiswaan?
  • .      Jangan banyak wacana aja, tapi eksekusinya kurang
  • .      Jangan egois juga
  • .      Untuk para organisator, integritas akademiknya kalo bisa lebih terjaga.

Sunday, 27 November 2011

Technical Meeting Score

Saya senang banget dikumpulkan bersama dengan teman – teman seperjuangan yang hebat - hebat serta kakak – kakak yang juga begitu hebat dan dahsyat yang mau meluangkan waktunya demi terlaksananya KBM (kegiatan belajar dan mengajar) di sekolah yang baru ini (ceritanya kayak gitu lah, dan saya merupakan angkatan pertama juga ceritanya he). Saya juga mengucapkan terima kasih kepada kakak – kakak organel, semoga dibalas kebaikannya dengan kebaikan yang lebih baik oleh Allah, aaamiiin J.
Well, sebelum saya bercerita lebih jauh, saya mau bilang EIGHTCELLENT, BRILIANT, PERFECTEN, STATERA tentang ide kakak – kakak membuat sekolah ini dengan SPP yang murah meriah, lebih murah dari tempat les, SMA, atau FK UNPAD (Kalo mahal mungkin gak ada yang daftar kali ya he). Saya bingung mau bilang apa lagi buat kakak – kakak organel.
Oke, lanjut cerita lagi. Mungkin ini sebuah kebetulan kali ya, saya dapat kelas dengan nama kelasnya sama dengan perusahaan yang saya dirikan, PT Dimas Membran Cell Group, yang merupakan saya sendiri direktur utamanya. Ya, kelas saya bernama “membrane cell”. J

Cring cring cring, efek dramatisasi MODE ON
Nama saya Iryulandi Mukhtiaranto, saya merupakan sekretaris dari Direktur Utama PT Dimas Membran Cell Group, Bpk Dimas Febrian Purnomo. Perusahaan kami merupakan perusahaan pulsa terbesar di Indonesia. Dengan moto kami, “Melayani Dengan Sepenuh Hati dan Sepenuh Saldo Yang Bisa Diisi”  
Tapi saya mau menceritakan tentang direktur kami yang satu ini. Bapak Dimas dikenal sebagai direktur yang milih – milih kalau urusan sponsorhip. Proposal sponsorship banyak yang masuk ke perusahaan kami, tapi sampai saat ini belum ada yang menurut dia sreg dan bermanfaat. Ya, itulah sifat beliau. Kalau ada acara yang benar – benar bermanfaat banget dan mempunyai tujuan yang jelas, baru diterima sponsorshipnya.
Jumat, 25 November 2011
Hujan turun dengan derasnya sore ini. Langit memang sudah mendung sejak daritadi pagi saya berangkat bekerja. Jalan – jalan di luar gedung perusahaan ini sudah mulai padat dipenuhi kendaraan yang melintas. Ya, sore ini memang jam waktu pulang bekerja, wajarlah kalau macet. Saya pun akhirnya membereskan meja saya, mempersiapkan diri untuk pulang ke rumah saya yang terletak di Jl Sayang, Jatinangor. Saya sangat tidak sabar untuk mencicipi makanan istri di rumah.
“tok tok tok”, ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan saya.
“ya silahkan masuk”
Tiba – tiba seorang perempuan yang akhirnya saya kenal namanya teh Tita pun datang dengan membawa map.
“Punteh teh sekarang kantor mau tutup, ada yang bisa saya bantu?”, Tanya saya
“saya mau ngasih proposal sponsorship aja kang, mohon diterima ya”
“Tapi kantor udah benar – benar mau tutup teh”
“Tapi mohon diusahakan kang, coba diliat – liat aja dulu proposalnya”
“baiklah kalau begitu, saya akan terima proposal ini dan akan segera menyerahkannya ke direktur kami, kebetulan beliau belum pulang”   
Singkat cerita akhirnya saya menemui bapak Dimas di ruangannya.
            “Pak punten ganggu, ada proposal masuk. Katanya dari FK UNPAD”
            “Oh dari FK UNPAD ya, baik sini saya terima proposalnya. Hayuk kamu cepet pulang aja dek Andi, kasian istri di rumah udah masakin buat kamu nanti malah dingin loh. Awas ya, jangan menikung perempuan lagi di jalan hahaha”
            “hahahaha, bapak bisa saja”, kami pun tertawa. Yah seperti itulah pak Dimas, selera humornya tinggi sekali. Hal itulah yang membuat saya suka dengan beliau karena pembawaanya yang tidak kaku dengan semua orang.
Ketika saya baru beranjak pulang, tiba – tiba Bapak Dimas memanggil lagi, “dek Andi kemari”
            “Ada apa pak?”
            “Saya akan terima proposal ini, karena acaranya sangat bermanfaat sekali dan mempunyai tujuan yang jelas”
Betapa kagetnya saya pada saat itu, baru pertama kali Pak Dimas menerima sponsorship. Padahal sebelumnya banyak proposal yang masuk tapi semua ditolaknya. Setelah saya lihat proposalnya, ternyata itu acara SCORE. Pantas memang, acara ini memang sangat bermanfaat.
            Singkat cerita pak Dimas akhirnya menjadi bagian dari acara tersebut sebagai peserta. Pak Dimas ditempatkan di kelas Membran Cell. Sesuai dengan perusahaan yang dimilikinya sekarang. Saya juga disuruh ikut oleh bapak direktur dan sama – sama ditempatkan di kelas Membran Cell.
            Mau tau kisah bapak Dimas lebih lanjut? Nantikan aksi Bapak Dimas menjajaki hari demi hari pada acara SCORE ini. :-D

Cring cring cring, dramatisasi mode off (Balik lagi ke peran Dimas ya, bukan Andi he)
            Sorenya pemilihan ketua angkatan kita berlangsung keren banget, menggunakan musyawarah meskipun pada akhirnya menggunakan voting juga he. Tapi gak papa tetep keren koooook. Alhamdulillah yang terpilh pun Opik, Smangat Opiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik :-D.
            Yah mungkin ini dulu yang bisa saya sampaikan, terima kasih semuanyaaaaaaaa :-D
Wassalamu’alaikum Wr Wb

NB: Buat Andi dan teh Tita, punten pisan gak ada inform consent dulu he

Perkara Korupsi di Indonesia Mencapai 1.018 Kasus

Jumlah perkara tindak pidana korupsi di Tanah Air yang memasuki tahap penyidikan dari Januari hingga Agustus 2011 mencapai 1.018 kasus. "Perkara tersebut, merupakan perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Negeri, Kejaksaan Negeri dan Cabang Kejaksaan Negeri se-Indonesia pada tahun ini," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus D Andhi Nirwanto ketika melakukan sosialisasi upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di daerah, di Kudus, Senin.


Sedangkan perkara tindak pidana korupsi yang memasuki tahap penyelidikan, kata dia, sebanyak 357 kasus, sedangkan jumlah perkara yang memasuki tahap penyidikan sebanyak 1.018 kasus. Dari seribuan perkara korupsi tersebut, terdapat 825 perkara tindak pidana korupsi memasuki tahap penuntutan.
Adapun jumlah uang negara yang berhasil diselamatkan dari ratusan kasus tersebut, dalam bentuk rupiah sebesar Rp68,46 miliar dan dalam bentuk dolar sebanyak 2.920,56 dolar AS. Berdasarkan data rekapitulasi data perkara tindak pidana korupsi se-Indonesia untuk tahap penyelidikan periode Januari-Agustus 2011 yang berjumlah 357 kasus, sebanyak 80 kasus di antaranya ditangani oleh Kejaksaan Agung, sedangkan Kejati Jawa Timur dan Sumatera Utara masing-masing menangani 36 kasus.
Untuk Kejati yang lainnya, jumlah kasus yang ditangani berkisar antara satu hingga 18 kasus, kecuali Kejati DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Gorontalo untuk tingkat penyelidikan tindak pidana korupsi masih nihil. Pada tahap penyidikan pada periode yang sama, semua kejati di Tanah Air menangani kasus korupsi dengan jumlah bervariasi.
Adapun peringkat tiga besar yang menangani kasus korupsi pada tahap penyidikan, yakni Kejati Jawa Timur sebanyak 119 kasus, disusul Kejati Papua sebanyak 114 kasus, dan Kejati Jateng sebanyak 79 kasus.
Sementara pada tingkat penuntutan selama periode Januari-Agustus 2011, paling banyak dari Kejati Jatim sebanyak 91 kasus, disusul Sumatera Utara sebanyak 51 kasus, dan Sulawesi Utara sebanyak 50 kasus. Sedangkan jumlah perkara tindak pidana korupsi pada tahun 2010, pada tahap penyidikan sebanyak 2.315 kasus dan pada tahap penuntutan sebanyak 1.715 kasus dengan jumlah uang negara yang berhasil diselamatkan sebanyak 354,52 miliar.
Andhi menambahkan, dalam rangka pencegahan dan pemberantasan korupsi ke depan terdapat empat hal yang bisa dijadikan bahan renungan dan pemikiran. Keempat hal tersebut, yakni harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan korupsi, revitalisasi dan reaktualisasi peran dan fungsi aparatur penegak hukum yang menangani perakara korupsi, reformulasi fungsi lembaga legislatif, dan pemberantasan tindak pidana korupsi harus dimulai dari diri sendiri dari hal-hal yang kecil dan mulai hari ini agar setiap daerah terbebas dari korupsi.
"Pasalnya, tindak pidana korupsi yang terjadi di daerah akan memberikan andil bagi indeks persepsi korupsi secara nasional," ujarnya. Berdasarkan lembaga survei internasional dan penggiat antikorupsi, senantiasa menempatkan Indonesia dalam posisi sebagai negara terkorup.
Dalam dua tahun terakhir, indeks persepsi korupsi Indonesia versi Transparency International (TI) berada pada angka 2,8 dengan rangking 110 dari 178 negara pada tahun 2009 dan angka 2,8 dengan rangking 110 dari 180 negara terkorup pada tahun 2010.
Sedangkan versi Political and Economic Risk Consultantcy Ltd (PERC), Indonesia memiliki indeks persepsi korupsi 8,32 pada tahun 2009 dan 9,10 pada tahun 2010, serta menempatkannya sebagai negara terkorup di Asia yang berada di bawah Vietnam dan Filipina.
m.republika.com
Komentar: 
Inilah yang menjadi permasalahan di Indonesia, KORUPSI. KORUPSI UANG, KORUPSI JABATAN, KORUPSI WAKTU, dan masih banyak yang lainnya. birokrasi yang panjang semain meningkatkan faktor risiko untuk berkorupsi ditambah lagi sekarang KPK rada dikekang. sadarlah wahai para pejabat - pejabat, mana hati nurani kalian. Dari sudut pandang saya korupsi bisa membawa hal yang sangat buruk buat negara ini. korupsi merajalela lalu media memaparkan jumlah korupsi di Indonesia lalu tingkat kepercayaan masyarakat turun lalu rakyat membelot, rakyat emosi dan terjadilah peristiwa 98 lagi. akan tetapi mungkin ini lebih parah, pemerintah nanti jadi gak stabil karena rakyat yang menyerang pemerintah, Invasi dari negara lain pun bisa terjadi karena manfaatkan situasi yang polemik tersebut.