Saturday, 8 August 2015

Cinta Kita



Oleh: Dimas Febrian Purnomo
Bandung, 7 Agustus 2015 (Pukul, 23.46 WIB)


Cerita kita…
Disaat kita bertemu, namun tidak saling memandang
Disaat kita terlihat acuh, namun penuh pertanyaan di benak
Disaat kita berkeyakinan, namun ditepis dengan keraguan

Pertemuan kita…
Merupakan awal interaksi dari dua hati
Dua hati yang saling ingin berkomunikasi
Lewat untaian ayat-ayat romantis Illahi

Acuh kita…
Merupakan sebuah rasa cinta yang saling kita ungkapkan
Hati yang saling tertambat untuk mencoba memaafkan
Atas segala pertanyaan irelevan yang menyebabkan kegalauan

Keyakinan kita…
Adalah akumulasi dari setiap keraguan
Keraguan akan pilihan yang berlandaskan nafsu setan
Keraguan akan jasad yang belum bermandikan keimanan

Kerinduan kita…
Adalah sebuah misteri yang belum terpecahkan
Harapan yang diisi dengan sebuah keyakinan
Menjelma menjadi hembusan nafas atas doa-doa yang terpanjatkan

Semoga cinta kita…

Membuat kita tersadarkan bahwa cinta sejati hanyalah kepadaMu
Terisolasi dalam relung sebagai upaya tunduk kepadaMu
Sehingga benih-benih cinta yang terus tumbuh dan tumbuh
Menjadikan kita insan yang selalu melangkahkan kaki di jalanMu







Friday, 1 May 2015

Selalu Saja


Oleh Dimas Febrian Purnomo
Jakarta, 1 Mei 2015 (Pukul 19.01 WIB)


Selalu saja
Ketika aku benar-benar rindu untuk sekadar menatapmu
Aku ditinggalkan dalam keadaan penuh tanda tanya
Kemanakah selama ini ketika aku membutuhkanmu?

Selalu saja
Ketika aku melarangmu untuk pergi
Kamu mengindahkanku dengan alasan yang sama
Kamu selalu mengatakan bahwa kamu akan kembali

Selalu saja
Ketika diriku beku dan dingin akan sore yang sepi
Kamu hanya menatapku sampai langit berubah senja
Tak sedikitpun mendekat, tak sedikitpun menghampiri

Namun, selalu saja
Kamu membuatku tersenyum akan suatu janji yang terpatri
Janji untuk berusaha memberikan manfaat pada dunia
Dan janji untuk menemuiku walau tak sedikitpun kamu menyentuh diri ini

Aku selalu menyayangimu, namun aku tau sulit dirimu untuk mendekatiku
Aku merasakan diriku semakin sakit, namun aku mencoba untuk terus bertahan
Aku harap semakin banyak orang yang mengerti kisah cintaku
Setidaknya, mereka menyadari cinta kita akan membawa akhir bagi setiap insan

Sayangku, aku akan senantiasa menunggumu di sini
Aku akan tetap bertahan walau diriku semakin rapuh
Kemarilah ketika semua urusanmu sudah selesai
Dan mendekatlah ketika suara sangkakala benar-benar bergemuruh

Matahari….
Doakan aku tetap bisa menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah ya….

Kekasihmu selalu,

Bumi